Wacana Ojol Jadi Karyawan Ancam Fleksibilitas dan Ekosistem Digital, Ini Kata Pakar
Wacana pengubahan status mitra pengemudi ojek online (ojol) menjadi karyawan tetap memicu perdebatan.
Guru Besar Hukum Ketenagakerjaan Universitas Trisakti, Prof. Aloysius Uwiyono, menegaskan bahwa hubungan antara driver dan aplikator bukanlah hubungan kerja. Ia menyebut, hubungan tersebut merupakan bentuk perjanjian pemberian jasa, bukan perjanjian kerja yang lazimnya berlaku dalam struktur ketenagakerjaan formal.
“Hubungan antara driver online dan platform itu sebetulnya termasuk dalam perjanjian pemberian jasa, bukan perjanjian kerja,” ujar Aloysius dalam keterangannya, Rabu (25/5/2025).
Baca Juga: Menhub Dudy Tegaskan Keseimbangan Ojol Jadi Harga Mati
Ia menegaskan bahwa secara hukum, para pengemudi ojol adalah pemberi jasa yang bekerja secara mandiri.
Senada, Ekonom dari Next Policy, Fithra Faisal Hastiadi, menyebut bahwa platform on-demand telah menjadi penyangga penting di tengah ketidakpastian pasar kerja nasional. Ia mencatat bahwa sejak Januari 2024 hingga April 2025, lebih dari 96 ribu pekerja formal mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).
Baca Juga: Surati Presiden Prabowo! Driver Ojol Tolak Merger Grab-GoTo, Ini Alasannya
“Platform on-demand telah membentuk ekosistem microenterprise yang fleksibel dan berbasis teknologi. Namun, masyarakat yang mencari peluang pendapatan di platform tersebut dan berstatus mitra ini, tidak dapat disederhanakan dalam kerangka hubungan kerja pada umumnya,” tuturnya.
Di sisi lain, Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eisha Maghfiruha Rachbini, menyoroti bahwa isu utama bukan pada status kerja, melainkan perlindungan sosial. Menurutnya, pemerintah perlu merumuskan regulasi yang mampu mengakomodasi perubahan lanskap dunia kerja tanpa menghambat inovasi.
“Pemerintah perlu merumuskan regulasi yang adaptif, tidak membebani inovasi, namun juga melindungi pelaku model bisnis baru di era gig economy seperti saat ini,” katanya.
相关文章:
- GRATIS! Lapor Diri PPG Guru Tertentu 2025 Dimulai, Ini Syarat, Jadwal, dan Panduan Lengkapnya
- Firli Bahuri Belum Konfirmasi Kehadirannya di PMJ, Mangkir Lagi?
- Susu Ikan vs Susu Lainnya, Mana yang Harganya Paling Mahal?
- Toko Agen Sembako di Jakbar Hangus Terbakar, Diduga Korsleting Listrik
- 6 Poin Ini Piagam Kerjasama Tiga Partai Politik Pengusung Anies Baswedan Capres 2024
- Staf Hotel Ungkap Permintaan Tamu Paling Nyeleneh: Roti Gosong
- Menanti Restu, Emiten Hary Tanoe (BCAP) Bakal Right Issue 21,30 Miliar Saham
- Penjualan Otomotif Amblas, OJK Bilang: Jangan Panik Dulu
- FOTO: Warga Jakarta Melepas Penat Kala Libur Panjang di Tebet Eco Park
- KPK Tetapkan Wamenkumham Eddy Hiariej Sebagai Tersangka Gratifikasi
相关推荐:
- 世界最好的美术学校,你最中意哪个?
- Saham GOTO Terseret Demo Driver, Ini Kata Analis
- Perkuat Bisnis, Dell dan Nvidia Kompak Bikin Server Super AI
- VIDEO: Inovasi Layar Panel Dikenakan Para Model di Seoul Fahion Week
- 30 Ide Kata
- Hadapi Cuaca Terpanas, China Buka Resor Ski Indoor Terbesar di Dunia
- Terjadi Saat Siswa Main Hujan, Begini Kronologi Robohnya Tembok MTsN 19 Pondok Labu Tewaskan 3 Orang
- Penjualan Otomotif Amblas, OJK Bilang: Jangan Panik Dulu
- Istri Nyinyirin Wiranto, Nasib Sersan 2 Kini...
- Menanti Restu, Emiten Hary Tanoe (BCAP) Bakal Right Issue 21,30 Miliar Saham
- Datang ke Met Gala 2024, Doja Cat Tampil Basah Kuyup
- 动画出国留学,如何制作一份优秀作品集?
- Waktu Terbaik yang Disarankan untuk Nonton Film Siksa Kubur
- Kejagung Bakal Garap Rini, Dalang Jiwasraya?
- Menaker: THR Wajib Dibayarkan Paling Lambat 7 Hari Sebelum Lebaran
- 北京大兴国际机场迎来首飞,实力告诉你建筑黑科技有多厉害!
- Kapan Kita Harus Mulai Perawatan Kulit?
- Apa Itu Post
- 日本美术学院大汇总
- Ini Alasan Putri Candrawathi Dituntut Lebih Rendah dari Bharada E